🌹 KEJUJURAN GADIS PENJUAL SUSU🥛

oleh: Ustadz Fariq Gasim Anuz حفظه الله تعالى

Khalifah Umar bin Khatab sering mengelilingi perkampungan di malam hari memeriksa keadaan rakyatnya langsung dari dekat.

Aslam, mantan budak Umar, bercerita, “Ketika saya dan Umar mengelilingi kota Madinah tengah malam, Umar bersandar di dinding sebuah rumah karena kelelahan. Kami mendengar suara seorang perempuan berkata kepada anak gadisnya,

“Putriku, kemarilah! Tolong campurkan susu ini dengan air!”

“Wahai Ibu, tidakkah Ibu tahu peraturan dari Amirul Mukminin?” Jawab si gadis.

“Peraturan apa ya?”

Gadis itu menjawab, “Umar telah membuat peraturan dan menegaskan lewat orang yang mengumumkan bahwa dilarang mencampur susu dengan air.”

“Sudahlah turuti saja perintah Ibu! Ayo campurkan susu ini dengan air! Umar dan petugasnya juga tidak melihatmu mencampurkan susu.”

✨“Saya tidak bisa berbohong bu! Masa saya menaatinya di muka dan menghianatinya di belakang?” Si gadis tetap bersikeras.

Umar mendengarkan seluruh pembicaraan tadi. Ia berkata dengan berbisik,

“Wahai Aslam, tandai pintu rumahnya dan kenalilah daerah ini!” Umar lalu melanjutkan ronda malamnya.🏠

Keesokan paginya Umar berkata kepada Aslam, “Wahai Aslam, pergilah kamu ke rumah yang semalam kita tandai. Saya ingin tahu siapa anak gadis dan Ibunya itu. Apakah si gadis itu sudah punya suami? Siapa pula Ayahnya?”

🔍Lalu saya datangi daerah tersebut. Dan saya cari informasi tentang si gadis dan Ibunya. Ternyata gadis itu belum punya suami dan tidak punya Ayah.

Saya mendatangi Umar dan saya beritahu padanya. Umar memanggil anak-anak lakinya, dan mengumpulkan mereka, dan berkata,

“Siapa diantara kalian yang membutuhkan istri? Aku ingin menjodohkanmu dengan seorang gadis mulia yang langka orang seperti dia.”💐

Abdullah dan Abdurrahman mengatakan bahwa dirinya masing-masing telah memiliki istri.

Ashim menjawab, “Saya belum memiliki istri, saya siap untuk dinikahkan dengan gadis tersebut.”

Umar mengutus Ashim untuk melamar gadis tersebut dan menikahlah Ashim dengannya, lalu lahirlah anak perempuan. Anak perempuan Ashim melahirkan anak perempuan lagi, lalu cucu Ashim ini melahirkan Umar bin Abdul Aziz.”
(Sumber kisah kejujuran gadis penjual susu : buju “Manaqib Umar” oleh Syaikh Ali Thanthawi rahimahullah halaman 89/90 dan “Sirah Umar” oleh Prof. DR. Ali Shallabi halaman 181-182)

Prof.DR.Ali Shallabi dalam kitabnya “Sirah Umar bin Khathab radiallahu anhu (halaman 182) menukil komentar Ibnu Abdul Hadi dalam kitabnya Mahdhushshawaab (1/391), “Demikian tertulis dalam satu riwayat tapi riwayat tersebut salah. Yang benar, Ashim memiliki anak perempuan. Anak perempuan Ashim ini yang melahirkan (Khalifah) Umar bin Abdul Aziz.

💦🎋🌴🌻

(Sumber: Buku “Kepemimpinan dan Keteladanan Umar bin Khathab radhiallahu anhu” halaman 117-119)

Leave a Comment