Hak tetangga

Ringkasan Khutbah Jumat
@masjid Al-Hasanah, komplek Radio Muslim, Yogyakarta
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله تعالى

=========
1. Salah satu pilar untuk mewujudkan lingkungan yang baik dan nyaman dan membentuk masyarakat yang baik adalah dengan memperhatikan hak tetangga.

Allah berfirman dalam surat An-Nisa:36, yg artinya :
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

2. Syaikh Jabir Al-Jazairi rahimahullah dalam buku Minhajul Muslim, menyebutkan sekurangnya ada tiga hadits, berkaitan dengan hak tetangga.

“Barangsiapa beriman kepada Allah, dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhari Muslim).

“Barangsiapa beriman kepada Allah, dan Hari Akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.” (HR. Bukhari).

“Demi Allah tidak beriman.” Ditanyakan kepada Nabi :”Siapakah orang yang tidak beriman wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari Muslim).

3. Nabi takjub pada malaikat Jibril yang berwasiat untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai beliau alaihi sholatu wassalam beranggapan bahwa tetangga akan diberikan hak waris.

4. Nabi bersabda, yang artinya : “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya..”
Indikator lain akan kebaikan seorang, tidak hanya kesholehan dirinya dan kebaikan pada keluarganya namun juga, adalah kebaikan kepada tetangganya.
Ketika tetangga-nya mengatakan bahwa si fulan adalah orang baik maka sejatinya dia benar orang baik, namun kebalikannya ketika tetangganya mengatakan bahwa si fulan tidak baik maka dia bukan orang baik.

5. Tidak meremehkan pemberiannya, sebagaimana sabda Nabi yg artinya :
“Hai wanita-wanita Muslimah, janganlah seorang tetangga meremehkan tetangganya yang lain, kendati hanya dengan kaki kambing”.

Kambing pada jaman Nabi termasuk binatang yang umum/ada disekitar manusia saat itu. Jika kita tarik ke jaman sekarang, seperti ayam. Sehingga, hendaknya kita tidak meremehkan pemberian walaupun cuma dengan kaki ayam/ceker ayam.

Hendaknya seorang muslim memperhatikan dengan benar, berkaitan dengan hak tetangga ini. Memberikan apa yang baik untuk tetangga. Menolongnya jika ia membutuhkan pertolongan, membantunya jika memerlukan bantuan, menghibur jika tertimpa musibah/kesulitan.
=========2