Indahnya Bersama

Seiring berjalannya waktu, kami para pemuda yang dulunya anak-anak, sekarang sudah tumbuh menjadi remaja yang semangat dan bisa membanggakan orang tua. Banyak pula di antara kami yang merantau ke luar kota. Mereka yang bertebaran di muka bumi, ada yang mencari rejeki di ujung barat, timur, utara, dan selatan. Namun, ada juga yang tetap istiqomah berjuang untuk memakmurkan masjid. Hal ini seiring dengan penerapan perintah Allah dalam surat al jumu’ah ayat 10 yang artinya :

“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Waktu yang dulunya bisa kami gunakan untuk berkumpul setiap saat sekarang digantikan oleh kesibukan masing-masing. Dulu yang kami lihat adalah teman-teman kami duduk bersandar sambil bercanda tawa namun sekarang yang tersisa adalah kenangan-kenangan manis.

Dulu kami selalu berkumpul di setiap waktu yang senggang.

Kumpul untuk menyiapkan kegiatan yang akan datang..

Kumpul untuk sekadar makan-makan. Bukanlah rasa dari makanan yang menjadikan nikmat, akan tetapi barokah yang Allah berikan kepada kami ini ketika makan bersama yang menjadikan santapan sederhana menjadi nikmat.

Akan tetapi, dalam setiap kumpul, kebahagiaan yang bercampur dengan kesedihan datang beriringan. Bahagia karena bisa bertemu dengan kawan-kawan. Sedih karena akan berpisah kembali dengan mereka.

Ah, kadang saya menyangka bahwa setiap pertemuan itu kejam. Kejam karena mempertemukan orang yang akan berpisah.

Pemasangan Plafon Gypsum

Selain perbaikan dari sisi eksterior, maka yang tak kalah penting adalah sisi interior. Di mana sisi interior adalah yang setiap saat dipandang, dinikmati, dan dijadikan majelis ilmu oleh para pemakmur masjid. Alhamdulillah, pemasangan gypsum dikerjakan oleh tetangga masjid beserta krunya. Dengan adanya tambahan unsur estetika yang menghiasi bagian dalam masjid diharapkan juga bisa menambah semangat para jama’ah untuk hadir di masjid.

Penggantian Genteng Atap Masjid

Setelah perbaikan plafon masjid yang roboh sebelumnya, maka ta’mir berinisiatif mengganti atap masjid yang sudah pupus dimakan usia. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Azza wa Jalla yang telah melimpahkan segala nikmat dan karunia-Nya kepada hamba-Nya. Atas pertolongan Allah pula yang menjadikan pembangunan atap masjid ini selesai tanpa kendala.

Kini atap genteng masjid telah berdiri kokoh.

Perbaikan Awal Masjid Pasca Letusan Gunung Kelud

Pada sekitar bulan Februari 2014, terjadi letusan gunung berapi Kelud yang memuntahkan bebatuan, kerikil, dan pasir. Pasir yang diluapkan hampir menyelimuti seluruh wilayah Kediri dan sekitarnya. Tidak terkecuali masjid Baitul Mu’thi di desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Plafon yang sudah sekian tahun berdiri tak kuasa menahan beban pasir yang tertampung di atasnya akhirnya roboh.Musibah ini menjadi pelajaran tersendiri bagi kami selaku ta’mir.

Beberapa waktu kemudian, akhirnya kami mendapat beberapa bantuan baik finansial maupun tenaga dari para muhsinin untuk membangun kembali plafon serta beberapa titik yang perlu diperbaiki. Demikianlah kondisi masjid saat itu.