Bahagia dengan mengembirakan orang lain

πŸ€πŸ’¦πŸ€πŸ’¦πŸ€πŸ’¦

Prof. Dr. Abdul Hamid As Suhaibani seorang dosen di Riyadh bercerita saat saya berkunjung ke rumahnya bahwasanya Syaikh Ali Thanthawi pernah berkunjung ke Indonesia. Syaikh merasa galau dan kesepian, maka pergilah Syaikh ke suatu taman di kota Jakarta. Ia melihat ada anak kecil yang sedang makan coklat bersama orang tuanya. Tidak jauh darinya ada anak kecil lain yang menangis dengan menyebut kata cokelat kepada orang tuanya. Segera ia membeli cokelat dan memberikannya kepada anak kecil yang menangis. Anak tersebut bergembira mendapatkan cokelat dan orang tuanya berterima kasih. Beliau berkata, β€œSubhanallah, setelah itu saya merasakan kelapangan dan kebahagiaan.”

Syaikh Ali Thanthawi menyimpulkan atas kejadian tadi,
β€œSaya telah mengambil pelajaran bahwa kebahagiaan bukanlah karena harta, istana, para pelayan yang banyak tapi kebahagiaan hakiki adalah kebahagiaan hati. Jalan yang paling dekat dengan kebahagiaan hati dengan cara menggembirakan hati orang lain. Sebesar-besar kenikmatan dunia adalah berbuat Ihsan (kebaikan) kepada orang lain.” (Dari kitab, “Shuwarun Musyriqotun fii Induniisia”)

πŸ€πŸ’¦πŸ€πŸ’¦πŸ€πŸ’¦
oleh : Ustadz Fariq Gasim Anuz hafizahullah

Leave a Comment