Indahnya Bersama

Seiring berjalannya waktu, kami para pemuda yang dulunya anak-anak, sekarang sudah tumbuh menjadi remaja yang semangat dan bisa membanggakan orang tua. Banyak pula di antara kami yang merantau ke luar kota. Mereka yang bertebaran di muka bumi, ada yang mencari rejeki di ujung barat, timur, utara, dan selatan. Namun, ada juga yang tetap istiqomah berjuang untuk memakmurkan masjid. Hal ini seiring dengan penerapan perintah Allah dalam surat al jumu’ah ayat 10 yang artinya :

“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Waktu yang dulunya bisa kami gunakan untuk berkumpul setiap saat sekarang digantikan oleh kesibukan masing-masing. Dulu yang kami lihat adalah teman-teman kami duduk bersandar sambil bercanda tawa namun sekarang yang tersisa adalah kenangan-kenangan manis.

Dulu kami selalu berkumpul di setiap waktu yang senggang.

Kumpul untuk menyiapkan kegiatan yang akan datang..

Kumpul untuk sekadar makan-makan. Bukanlah rasa dari makanan yang menjadikan nikmat, akan tetapi barokah yang Allah berikan kepada kami ini ketika makan bersama yang menjadikan santapan sederhana menjadi nikmat.

Akan tetapi, dalam setiap kumpul, kebahagiaan yang bercampur dengan kesedihan datang beriringan. Bahagia karena bisa bertemu dengan kawan-kawan. Sedih karena akan berpisah kembali dengan mereka.

Ah, kadang saya menyangka bahwa setiap pertemuan itu kejam. Kejam karena mempertemukan orang yang akan berpisah.