Hati-hati, jangan ujub !

Shalat lima waktu setiap hari? Tidak pernah absen.
Shalat-shalat sunnah? Terjaga.
Puasa di bulan Ramadhan setiap tahun? Tidak pernah telat.
Puasa-puasa sunnah? Aman.
Zakat mal dan zakat fitrah? Beres dan tersalurkan.
Umroh? Rutin setiap tahun.
Pergi Haji? Sudah pernah.
Tilawah al-Qur’an? Dah sering khatam.
Bersedekah? Lumayan rutin.
Amal saleh lainnya? lancar jaya.

ALHAMDULILLAH

Saudaraku, bila kita diberi taufik dan kemudahan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk beramal saleh, hendaknya banyak-banyak memuji-Nya. Mohonlah kepada Allah agar dimudahkan istiqomah dalam mengamalkannya. Hendaknya kita jangan sampai berbangga diri dengan amalan yang sudah dikerjakan. Hati-hati, jangan ujub! Sebab penyakit hati yang satu ini (baca: ujub) dapat membinasakan.

TIGA PERKARA SEBAB BINASA

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Ada tiga perkara yang dapat membinasakan: sifat kikir yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti dan seorang yang merasa bangga (ujub) dengan dirinya.” (Hadis hasan. Lihat: Ash-Shahihah No 1082)

Abdullah bin Mas’ud radhiyaAllahu anhu menuturkan:

الْهَلاَكُ فِي اثْنَتَيْنِ: الْقُنُوْطُ وَالْعُجْبُ

“Kebinasaan ada pada dua perkara: Putus asa dan Ujub.“

Mengapa keduanya (putus asa dan ujub) disebutkan secara bersamaan? Sebab kebahagiaan tidak didapatkan melainkan dengan usaha dan kesungguhan, sementara orang yang berputus asa tidak akan berusaha dan bersungguh-sungguh dalam menggapainya. Adapun orang yang ujub, ia sudah yakin akan bahagia dan berhasil mendapatkan keinginannnya, maka itu ia tidak mau berusaha lagi. (al-Bahr ar-Raa-iq, Ahmad Farid, hal. 122)

Oleh karena itu, sebanyak apapun amal saleh yang sudah dikerjakan, jangan sampai kita merasa ujub. Dikhawatirkan terlalu pede sehingga merasa amal tersebut sudah cukup, lama-lama tidak mau beramal lagi, tidak mau beribadah lagi. Hanya kepada Allah semata kita memohon pertolongan. Semoga kita diberi taufik dan kemudahan untuk menjauhkan diri dari sifat buruk yang satu ini dan sifat buruk lainnya.

oleh : Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari حفظه الله تعالى

Leave a Comment