Hukum Anak Kecil Di Tengah Shaf Sholat

Pertanyaan :

Anakku masih kecil, dia belum bisa bersuci dengan baik, apakah dapat memutuskan -shaf- sholat?

الجواب: نعم يقطع صفوف الصلاة ويدخل تحت عموم ما ثبت في سنن أبي داود عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال «من وصل صفا وصله الله ومن قطع صفا قطعه الله».

Jawab:

Iya, dia dapat memutuskan shaf sholat. Hal ini masuk dalam keumuman hadist valid di kitab Sunan Abu Dawud dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam: “Siapa yang menyambung shaf, Allah akan menyambungnya. Siapa yang memutus shaf, Allah akan memutuskannya.”

قال الإمام النووي رحمه الله: “من وصل صفا وصله الله برحمته ووصله الله بجنته ووصله الله بثوابه ومن قطع صفا قطعه الله من رحمته و قطعه الله من جنته وقطعه الله تعالى من ثوابه”.

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Siapa yang menyambung shaf, Allah akan menyambungnya dengan rahmat, surga dan pahala-Nya. Siapa yang memutuskan shaf, Allah akan memutuskannya dari rahmat, surga dan pahala-Nya.

يعني المرأة تقول لزوجها خلصني من الولد وخذه معك إلى المسجد، حتى صار بعض الآباء يحضر البنات وليس فقط الذكور ويوقفها في الصف هل هذا مشروع؟ هذا ممنوع.

Seorang istri berkata kepada suaminya, “Sementara biar aku sendirian dulu, tolong ajak anak ini ke masjid.” Sampai-sampai sebagian Ayah membawa anak-anak perempuannya -bukan hanya yang laki-kali saja-, lalu menyuruhnya berdiri di tengah-tengah shaf, apakah hal ini disyariatkan? (Jawabnya) hal ini dilarang.

نعم الولد إذا جاء إلى المسجد بسبب أو بآخر مع أبيه فيجلس بجانب الحائط أو أمام الصف ولا يدخل في الصف و لا يقطع الصف.

Sekiranya anak datang ke masjid karena suatu sebab, atau bersama ayahnya, hendaknya ia disuruh duduk di dekat dinding atau di depan shaf. Jangan masuk ke tengah shaf, jangan sampai ia memutuskan shaf.

الولد الذي يتوضأ ويعرف الطهارة هذا يعتد به في الصف فالصبي المميز المتوضئ الذي يتحرز من النجاسات هذا يعتد به في الصف، وهذا فقط ليس له أن يقف خلف الإمام، أما لو وقف في الصف الأول على الأطراف فهو أحق من المتأخر.

Anak yang sudah bisa berwudhu, sudah tahu bersuci, maka ia diperhitungan shafnya. Jadi, anak kecil yang sudah tamyiz, yang bisa menjaga diri dari najis, maka ia diperhitungkan shafnya. Hanya saja, hendaknya ia tidak berdiri tepat di belakang imam. Adapun berdiri di ujung-ujung (kanan-kiri) shaf pertama, maka ia lebih berhak mendapatkannya dari pada jamaah yang datangnya terlambat.

أما الذي لا يعرف الطهارة و الصغير الذي لا يعرف هذا لا يجوز أن يقف في الصف.

Adapun anak kecil yang belum tahu bersuci, yang belum paham masalah ini, maka ia tidak boleh berdiri di tengah-tengah shaf.

هذا يقف على طرف الصف بحيث ما يقطع الصف. والله تعالى أعلم.

Dia boleh berdiri di ujung shaf, di tempat yang tidak memutuskan shaf. Wallahu ta’ala a’lam.

Sumber: Fatwa Jumat Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman hafizhahullah
http://meshhoor.com/fatwa/1993/

Leave a Comment