Malam Terakhir Di Natuna

Subhanallah, banyak sekali tambahan ilmu dan pengalaman yang didapat selama 3 hari 3 malam di Natuna.

Kondisi kehidupan Tengah Laut yang jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk perkotaan. Deru ombak tersapu angin laut yang sepoi nan menyejukkan, Tempat yang sangat nyaman untuk muhasabatunnafs ( introspeksi jiwa ) dan menenangkan jiwa pikiran, sambil berusaha mentadaburi Ayat Ayat Kauniah sang Pencipta Alam Semesta Yang Maha Agung Lagi Maha Bijaksana.

Disini kita mengetahui betapa kerdilnya diri ini dibanding makhluk yang bernama lautan yang membentang begitu luas seakan tidak bertepi.
Semakin jauh mata memandang, semakin terbayang kekerdilan jiwa ini.

Disini saya teringat wasiat indah para ulama tentang masalah lautan :
العلم بحر لا ساحل له ليس له حد إليه يقصد
” Ilmu bagaikan lautan yang tidak bertepi, tidak ada batasan tertentu dari ilmu yang kita pelajari”.
Sebagaimana perkataan Dua Ulama Besar Kaum Muslimin :
1 – Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i – Rahimahullah – :
كلما ازداد علمي ازداد جهلي
” semakin bertambah ilmuku, maka semakin tampak kebodohan pada diriku ”

2- Al Imam Al Mubajjal Ahmad Bin Hambal – Rahimahullah – tatkala beliau ditanya sampai kapan akan terus belajar? Maka beliau menjawab :
من المهد إلى اللحد
” Dari Buaian sama ke Liang Lahat “.

Apa yang kita Banggakan, dan apa yang kita sombongkan dari ilmu yang kita miliki? Padahal ilmu tersebut hanyalah sebagian kecil dari setetes air laut, dibandingkan samudera Ilmu Allah yang sangat luas.
Allah subhanahu wata’ala berfirman :
{وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا}
“Tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan hanya sedikit.”[Al Isra’: 85].

Saudaraku, Teruslah Belajar, Belajar, dan Belajar! Allah tidak mewajibkan setiap kita untuk menjadi ulama, akan tetapi Allah mewajibkan setiap kita untuk menuntut ilmu dan mempelajari petunjukNya. Dan hakekat ilmu Bukanlah Gelar ” Alim” atau ” ulama”, bukan pula “ustadz” ataupun ” kiyai”, akan tetapi hakekat ilmu adalah “khasyah” (rasa takut) seorang hamba akan kebesaran Penciptanya. Dan itulah hakekat ulama yang sesungguhnya, yaitu orang orang yang penuh khasyah didalam hatinya, sebagaimana firman Allah :
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
“Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun”.[Fathir: 28] .

Oleh Karena nya Imam Ahmad – Rahimahullah – pernah berkat :
إنما العلم الخشية
” Hakekat Ilmu adalah Khasyah (Rasa Takut Kpd Allah) “.

Maka setiap orang yang bermaksiat kepada Allah sejatinya dia adalah orang yang Jahil, meskipun Al qur’an dan Hadits dia hafalkan, meskipun perkataan ulama fasih dia ucapapkan dengan lisannya; krn ilmu Bukanlah apa yang kita hafal, atau yang fasih kita ucapkan akan tetapi ilmu adalah apa yang membuat kita semakin takut kepada Allah.
Ibnu Abbas – radhiyallahu anhuma – pernah berkata :
“كل من عصى الله فهو جاهل”
” Setiap yang bermaksiat kepada Allah, maka dia adalah orang yang Jahil “.

” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا ”
” Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak Khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah puas ( dalam hal dunia ), dan dari do’a yang tidak dikabulkan ” [HR Muslim : 2272 ].

Saudaraku, teruslah belajar, teruslah menuntut ilmu, jangan jauhkan diri diri kita dari majelis – majelis ilmu, karena disanalah jalan kebahagiaan kita didunia dan Akhirat.
Semoga Allah wafatkan kita diatas jalan ilmu.

Walllahu waliyyuttaufiq

— Ustadz Abu Zaid Cecep Nurohman, Lc. , Offshore Belida – Natuna – Laut Cina Selatan —

Leave a Comment