Mereka Yang Harum Namanya

Ustadz Sulhan Jauhari, Lc حفظه الله تعالى

Di tengah-tengah kita ada tangan-tangan lembut yang sangat perhatian dengan sesama. Mereka melakukan berbagai macam kebaikan karena mengharap ridha Allah subhanahu wa ta’ala dan pahala dari-Nya. Bisa jadi, perbuatan terpuji yang mereka lakukan itu menjadi rahasia hanya antara diri mereka dengan Allah ta’ala semata.

Di antara yang mereka lakukan:
– Membantu sesama yang membutuhkan, baik dengan harta ataupun tenaga.
– Memberikan bantuan hutang kepada sesama. Sekiranya ada yang tidak bisa melunasinya tepat waktu maka mereka memberikan penangguhan atau bahkan membebaskannya.
– Membantu menyekolahkan anak-anak dari kalangan keluarga yang papa. Bisa jadi hingga bangku kuliah dan lulus wisuda. Mereka begitu bahagia melakukan itu semua. Mereka akan lebih dan lebih bahagia lagi bila anak-anak itu belajar di sekolah-sekolah agama.
– Membantu orang lain dengan membuka usaha yang dapat menopang kehidupan keluarga.
– Ikut berpartisipatasi dalam membangun masjid dan mushola, lalu mengisinya dengan al-Qur’an dan buku-buku agama.
– Ikut menyumbang panti-panti asuhan anak yatim di sekitar daerahnya atau bahkan juga yang ada di luar kota.
– Menyisihkan sebagian harta untuk kebutuhan sehari-hari para penuntut ilmu. Membelikan mereka mushaf al-Quran dan juga buku-buku agama.
– Mereka mendukung dengan harta agar dibuat situs-situs dan web-web yang menyebarkan kebaikan.
– Mereka menjadi donatur setia untuk sekolah-sekolah agama, saluran TV atau radio yang menyiarkan kajian-kajian ilmiah sesuai al-Qur’an dan as-Sunnah.
– Dan masih banyak perbuatan baik lagi mulia yang terus dilakukan oleh mereka.

Dengan itu semua, mereka terkenal mulia di sisi Allah ta’ala meski bisa jadi di tengah manusia biasa saja. Dengan amalan itu, pahala dari Allah ta’ala terus mengalir meski mereka telah tiada. Dan dengannya, mereka harum namanya di sisi-Nya meski bisa jadi tak ada orang yang mengetahuinya.


– Ikut menyumbang panti-panti asuhan anak yatim di sekitar daerahnya atau bahkan juga yang ada di luar kota.
– Menyisihkan sebagian harta untuk kebutuhan sehari-hari para penuntut ilmu. Membelikan mereka mushaf al-Quran dan juga buku-buku agama.
– Mereka mendukung dengan harta agar dibuat situs-situs dan web-web yang menyebarkan kebaikan.
– Mereka menjadi donatur setia untuk sekolah-sekolah agama, saluran TV atau radio yang menyiarkan kajian-kajian ilmiah sesuai al-Qur’an dan as-Sunnah.
– Dan masih banyak perbuatan baik lagi mulia yang terus dilakukan oleh mereka.

Dengan itu semua, mereka terkenal mulia di sisi Allah ta’ala meski bisa jadi di tengah manusia biasa saja. Dengan amalan itu, pahala dari Allah ta’ala terus mengalir meski mereka telah tiada. Dan dengannya, mereka harum namanya di sisi-Nya meski bisa jadi tak ada orang yang mengetahuinya.

Seorang penyair berkata:

وَأَفْضَلُ النَّاسِ مِنْ بَيْنِ الْوَرَى رَجُلٌ تُقْضَى عَلَى يَدِهِ لِلنَّاسِ حَاجَاتُ
قَدْ مَاتَ قَوْمٌ وَمَا مَاتَتْ مَكَارِمُهُمْ وَعَاشَ قَوْمٌ وَهُمْ فِي النَّاسِ أَمْوَاتُ

Seutama-utama manusia di tengah insan manusia
ialah seorang yang dengannya banyak hajat terpenuhi
Bisa jadi suatu kaum telah tiada namun mereka tetap mulia
Dan bisa jadi suatu kaum masih ada namun seakan-akan telah mati

Mereka yang harum namanya dan mulia di tengah manusia mesti telah tiada lantaran perbuatan baik yang dahulu terus dilakukan di tengah manusia. Sedangkan mereka yang masih hidup namun seperti tak ada, oleh sebab tidak melakukan hal-hal mulia dan bermanfaat di tengah manusia. Maka itu, mari kita berusaha menjadi yang pertama, jangan sampai menjadi yang kedua.

Semoga Allah memudahkan kita untuk banyak membantu manusia, meski bisa jadi mereka tak pernah tahu dan mengenal kita. Dan saya berharap anda menjadi salah satunya. Aamiin ya Rabb.

Leave a Comment