Hati-hati, jangan ujub !

Shalat lima waktu setiap hari? Tidak pernah absen.
Shalat-shalat sunnah? Terjaga.
Puasa di bulan Ramadhan setiap tahun? Tidak pernah telat.
Puasa-puasa sunnah? Aman.
Zakat mal dan zakat fitrah? Beres dan tersalurkan.
Umroh? Rutin setiap tahun.
Pergi Haji? Sudah pernah.
Tilawah al-Qur’an? Dah sering khatam.
Bersedekah? Lumayan rutin.
Amal saleh lainnya? lancar jaya.

ALHAMDULILLAH

Read moreHati-hati, jangan ujub !

Jadikanlah Amalmu sebagai Kekasihmu…!

Hatim rohimahulloh mengatakan:
“Aku telah memperhatikan semua makhluk,
kudapati setiap orang memiliki kekasih, tapi
jika sampai ke kuburnya, kekasih itu pun
meninggalkannya.

Oleh karena itu, aku jadikan kekasihku adalah
amal-amal baikku, agar dia di alam kubur
bersamaku”.

[Sumber: Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hal:28]

penterjemah :
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله

Agar Hidup Anda Terarah dan Tak Goyah

oleh : Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

1. Bahwa tujuan UTAMA hidup Anda adalah untuk BERIBADAH kepada Allah, yakni mentauhidkan Allah dan menjauhi kesyirikan, dengan menerapkan sunnah dan menjauhi bid’ah.

Dengan menyadarkan diri pada hal ini, hidup kita akan sangat terarah dan terfokus pada satu tujuan utama, hingga kita tidak akan bingung memilih pilihan hidup mana yang kita kedepankan.

Dengannya pula kita akan berusaha menjadikan pekerjaan kita sebagai ibadah, sehingga kita akan tulus menjalaninya tanpa pamrih, karena SEMUANYA akan dibalas oleh Allah yang maha mensyukuri amal para hamba-Nya.

2. Bahwa semuanya telah DITAKDIRKAN.

Dengan menyadarkan diri pada hal ini, kita akan TENANG dalam menjalani hidup, karena kita yakin rezeki yang menjadi bagian kita tidak akan bertambah maupun berkurang.

Dengannya juga, kita akan mantap untuk memilih jalan rezeki yang halal, karena hasilnya akan sama saja, baik kita memilih jalan yang haram maupun jalan yang halal.

3. Bahwa kita diperintah untuk BERUSAHA semampu kita, dan sesuai aturan syariat.

Dengan ini kita akan memahami, mengapa kita harus bekerja, padahal semua sudah ditakdirkan ?!

Jawabannya, karena kita DIPERINTAH untuk berusaha dan beramal, sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam:
“LAKUKANLAH amalan/pekerjaan, maka semua orang akan dimudahkan untuk melakukan apa yang menjadi tujuan dia diciptakan !”

4. Dalam melakukan usaha itu, pastinya ada cobaan dan rintangan… maka hadapilah dengan firman Allah ta’ala:

“Bisa saja kalian membenci sesuatu, padahal (sebenarnya) itu lebih baik bagimu” [QS. Albaqoroh: 216].

“Bisa saja kalian membenci sesuatu, padahal Allah menjadikan banyak kebaikan di dalamnya”. [QS. Annisa’: 19]

5. Banyaklah berdo’a, lalu yakinlah akan janji Allah bahwa Dia akan memuliakan dan memantaskan kehidupan orang yang beriman dan beramal saleh.

“Barangsiapa yang beramal saleh dalam keadaan beriman, baik dia pria maupun wanita, maka Allah sungguh benar-benar akan memberinya KEHIDUPAN yang baik/mulia”. [QS. An-Nahl: 97]

Semoga bermafaat…

Malam Terakhir Di Natuna

Subhanallah, banyak sekali tambahan ilmu dan pengalaman yang didapat selama 3 hari 3 malam di Natuna.

Kondisi kehidupan Tengah Laut yang jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk perkotaan. Deru ombak tersapu angin laut yang sepoi nan menyejukkan, Tempat yang sangat nyaman untuk muhasabatunnafs ( introspeksi jiwa ) dan menenangkan jiwa pikiran, sambil berusaha mentadaburi Ayat Ayat Kauniah sang Pencipta Alam Semesta Yang Maha Agung Lagi Maha Bijaksana.

Disini kita mengetahui betapa kerdilnya diri ini dibanding makhluk yang bernama lautan yang membentang begitu luas seakan tidak bertepi.
Semakin jauh mata memandang, semakin terbayang kekerdilan jiwa ini.

Disini saya teringat wasiat indah para ulama tentang masalah lautan :

Read moreMalam Terakhir Di Natuna