Agar Hidup Anda Terarah dan Tak Goyah

oleh : Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

1. Bahwa tujuan UTAMA hidup Anda adalah untuk BERIBADAH kepada Allah, yakni mentauhidkan Allah dan menjauhi kesyirikan, dengan menerapkan sunnah dan menjauhi bid’ah.

Dengan menyadarkan diri pada hal ini, hidup kita akan sangat terarah dan terfokus pada satu tujuan utama, hingga kita tidak akan bingung memilih pilihan hidup mana yang kita kedepankan.

Dengannya pula kita akan berusaha menjadikan pekerjaan kita sebagai ibadah, sehingga kita akan tulus menjalaninya tanpa pamrih, karena SEMUANYA akan dibalas oleh Allah yang maha mensyukuri amal para hamba-Nya.

2. Bahwa semuanya telah DITAKDIRKAN.

Dengan menyadarkan diri pada hal ini, kita akan TENANG dalam menjalani hidup, karena kita yakin rezeki yang menjadi bagian kita tidak akan bertambah maupun berkurang.

Dengannya juga, kita akan mantap untuk memilih jalan rezeki yang halal, karena hasilnya akan sama saja, baik kita memilih jalan yang haram maupun jalan yang halal.

3. Bahwa kita diperintah untuk BERUSAHA semampu kita, dan sesuai aturan syariat.

Dengan ini kita akan memahami, mengapa kita harus bekerja, padahal semua sudah ditakdirkan ?!

Jawabannya, karena kita DIPERINTAH untuk berusaha dan beramal, sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam:
“LAKUKANLAH amalan/pekerjaan, maka semua orang akan dimudahkan untuk melakukan apa yang menjadi tujuan dia diciptakan !”

4. Dalam melakukan usaha itu, pastinya ada cobaan dan rintangan… maka hadapilah dengan firman Allah ta’ala:

“Bisa saja kalian membenci sesuatu, padahal (sebenarnya) itu lebih baik bagimu” [QS. Albaqoroh: 216].

“Bisa saja kalian membenci sesuatu, padahal Allah menjadikan banyak kebaikan di dalamnya”. [QS. Annisa’: 19]

5. Banyaklah berdo’a, lalu yakinlah akan janji Allah bahwa Dia akan memuliakan dan memantaskan kehidupan orang yang beriman dan beramal saleh.

“Barangsiapa yang beramal saleh dalam keadaan beriman, baik dia pria maupun wanita, maka Allah sungguh benar-benar akan memberinya KEHIDUPAN yang baik/mulia”. [QS. An-Nahl: 97]

Semoga bermafaat…

Tidak ada yang mustahil bagi Allah

oleh: Ustadz Fariq Gasim Anuz حفظه الله تعالى

Zanirah adalah seorang budak perempuan yang masuk Islam. Ia disiksa oleh tuannya sampai kedua mata Zanirah buta. Orang-orang musyrikin mengatakan bahwa Lata dan Uzza marah kepada Zanirah yang masuk Islam. Zanirah menjawab bahwa Tuhan sesembahan mereka hanyalah patung yang tidak bisa memberi manfaat dan tidak mampu menolak bahaya. Lata dan Uzza tidak mengenal mereka yang menyembahnya.

Allah sangat sayang kepada hambaNya. Allah Mahakuasa mengembalikan mata yang buta sehingga dapat melihat lagi. Subhanallah dengan izin Allah, Zanirah dapat melihat kembali. Allah sembuhkan dari kebutaan. Orang-orang musyrik menuduh bahwa kesembuhan Zanirah dari sihir nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Orang-orang kafir mengejek para sahabat dengan mengatakan, “kalau sekiranya Al Quran ini benar, tentu kami lebih dahulu beriman kepadanya daripada mereka itu, yaitu orang-orang miskin dan lemah seperti Zanirah, Bilal, Ammar, Suhaib, Khabbab dan lain-lain radhiallahu anhum.”

Nampak sekali kesombongan mereka. Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia. Terkadang orang yang sombong itu tidak menyadari bahwa pada dirinya terdapat benih-benih kesombongan, bahkan ia pandai berdalil menasehati orang lain akan bahayanya kesombongan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Abu Bakar, dan sahabat lainnnya adalah orang-orang yang bersih hati mereka. Akhirnya Abu Bakar radhiallahu anhu membeli Zanirah dan memerdekakannya.

Read moreTidak ada yang mustahil bagi Allah

Air Susu Dibalas Air Tuba

oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA حفظه الله تعالى

Andaikan ada orang yang berjasa pada Anda, sering membantu Anda dalam kondisi Anda amat membutuhkan bantuan, kuasakah Anda untuk menolak permintaannya? Atau tegakah Anda untuk berbuat buruk padanya? Saya yakin kebanyakan kita enggan melakukan perbuatan itu. Alasannya sederhana saja, tidak mau membalas air susu dengan air tuba. Alias tidak tega membalas kebaikan dengan keburukan.

Sadarkah kita bahwa ternyata sebenarnya kita sering membalas air susu dengan air tuba? Bahkan mungkin setiap hari kita melakukan tindak tak terpuji tersebut!

Read moreAir Susu Dibalas Air Tuba