Masalah puasa di bulan Syaban

oleh : Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul hafizahullah

Manusia dalam masalah puasa Syaban ada beberapa golongan :
1. Dari mereka, seorang yang tidak mempunyai kebiasaan berpuasa bulan sebelumnya, dan masuk bulan Syaban dia tetap terus tanpa berpuasa, maka hal ini dia meninggalkan keutamaan yang besar dan perintah sunnah (berpuasa di dalamnya), maka dia tidak berdosa.
Dengan syarat : dia tidak berniat berpuasa pada pertengahan bulan Syaban atau pada akhir bulan, dikarenakan ada larangan atas hal itu. *

Dan tetap kebiasaan puasa pada bulan Syaban adalah puasa sunnah, ketika puasa sunnah tersebut menjadi kebiasaan maka baginya sisa puasa sunnah lainnya.

2. Dari mereka, seorang yang mempunyai kebiasaan berpuasa sebelum bulan Syaban, misal : biasa berpuasa tiga hari setiap bulan, biasa berpuasa senin kamis atau biasa berpuasa sehari dan berbuka sehari (puasa daud).

Dan ketika masuk Syaban maka dia meneruskan puasanya dan tekun atas kebiasaannya tersebut sebagaiaman kebiasaan sebelumnya (yg dilakukannya).

Read moreMasalah puasa di bulan Syaban

32 Faidah dalam Bulan Syaban

oleh : Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid hafizahullah

Faidah 1 :
Bulan Sya’ban adalah bulan ke delapan dari bulan-bulan Hijriyah, antara bulan Rajab dan Ramadhan.
Dikatakan demikian, karena orang Arab mereka berpencar-pencar dalam bulan tersebut untuk mencari air.
Dan dikatakan sya’ban : karena suku/kabilah berpencar dalam menghadapi serangan/peperangan.
Dan dikatakan sya’ban : karena percabangan, atau bulan yang muncul antara bulan Rajab dan Ramadhan.
(Fathul Bari:4/213)

Faidah 2 :
Bulan Sya’ban adalah bulan yang diberkahi, manusia kebanyakan melalaikannya, antara rojab dan romadhon, dan di sunnahkan untuk memperbanyak puasa di dalamnya.

Dari Usamah bin Zaid rodhiyallahu anhu berkata :
“Aku berkata : Wahai Rasulullah! Tidaklah aku melihat engkau berpuasa dalam sebulan (banyak berpuasa) dari bulan2 lain seperti engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?!
Nabi bersabda : Itulah bulan yg kebanyakan manusia lalai yaitu antara Rajab dan Ramadhan, dan dia adalah bulan diangkatnya amal kepada Allah azza wa jalla, dan aku suka ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa”.
(HR. Nasai dan di shahihkan Al-Albani)

Faidah 3 :
Adalah Nabi berpuasa sunnah pada bulan Sya’ban dan tidaklah berpuasa seperti pada bulan itu (Sya’ban) dibanding bulan-bulan yang lainnya.

Ummul Mukminin Aisyah berkata : Tidaklah aku melihat Rasululah menyempurnakan puasanya kecuali bulan Ramadhan, dan tidaklah aku melihat beliau pada satu bulan banyak berpuasa kecuali pada bulan Sya’ban.

(HR. Bukhari:1969 dan Muslim no.1156, dan lafadznya Muslim)

Dan dalam riwayat lainnya : Adalah beliau berpuasa Sya’ban seluruh (harinya), adalah beliau berpuasa pada (seluruh hari) bulan Sya’ban kecuali sedikit. (HR. Bukhari no.1970 dan Muslim no.1156)

Read more32 Faidah dalam Bulan Syaban