10 penyelamat muslim dari pengaruh kedengkian manusia

Ustadz Djazuli, Lc حفظه الله تعالى

1. Banyak berlindung kepada Allah dgn banyak berta’awudz seperti ucapan “audzu billah minasyaitanirajim”.

2. Berupaya untuk selalu menjalankan perintah Allah & meninggalkan larangan-Nya (taqwa).

3. Banyak bersabar, yaitu dengan tidak membalas keburukan dgn keburukan.

4. Banyak bertawakkal kepada Allah.

5. Berupaya untuk selalu khusyu’ pada setiap ibadah.

6. Berusaha untuk senantiasa berorientasi kepada akhirat pada setiap amal.

7. Bertaubat kepada Allah & banyak beristighfar.

8. Bersedekah dan memperbanyak kebaikan.

9. Berbuat baik kepada orang yg berindikasi menyimpan kedengkian.

10.Berserah diri kepada Allah dengan tauhid, dengan keyakinan bahwa semua kejadian di Dunia tidak akan terjadi tanpa izin dari Allah.

Dinukil dari “Fawaid tata’allaqu biasma wasifat” karya ibnul Qoyyim. Semoga bermanfaat!

Pemandangan Sabar Di Tengah Majelis Ilmu

Untuk menggapai suatu tujuan yang mulia sangat dibutuhkan kesabaran. Di antara gambaran nyatanya adalah sabar dalam menuntut ilmu dan berbagi ilmu di tengah majelis ilmu. Seseorang tidak akan benar-benar mendapatkan ilmu kecuali dengan bersabar dan terus berusaha bersabar dalam menimba ilmu.

Perintah Untuk Bersabar

Di antara poin penting yang dapat menjadikan kita sabar di tengah majelis ilmu adalah menguatkan kesabaran (menyabarkan kesabaran) dan terus mendidik jiwa agar tetap tegar dan bersabar, sabar dan terus bersabar.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu. (QS. Ali Imran: 200)

Bersabar Di Tengah Majelis Ilmu

Berkaitan dengan kesabaran di majelis ilmu Allah ta’ala berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهُ
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. (QS. al-Kahfi: 28)

Berkaitan dengan ayat di atas, Yahya bin Abi Katsir rahimahullah menafsirkan: “Hal ini terjadi di tengah majelis-majelis fikih/ilmu”.

Beliau rahimahullah juga menuturkan:

لاَ يُسْتَطَاعُ اْلعِلْمُ بِرَاحَةِ الْـجِسْمِ
“Ilmu tidak dapat digapai dengan santai-santai.” (HR. Muslim)

Dua Macam Kesabaran Di Majelis Ilmu

Bersabar di tengah majelis ilmu terbagi menjadi dua bagian:

Read morePemandangan Sabar Di Tengah Majelis Ilmu